MENELUSURI JEJAK SEJARAH:
Dari Rel Kereta Api Ambarawa ke Candi Gedong Songo
Library Science Tour atau Libstour merupakan salah satu program kerja OMIP Liberty divisi FORKIP (Forum Kajian Ilmu Perpustakaan) yang berkolaborasi dengan HMPS-IP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bermain sambil belajar, memperluas wawasan, serta memperkuat hubungan antarorganisasi. Dengan mengusung tema “Dari Batu ke Buku, dari Masa ke Makna”, Libstour kali ini menghadirkan kunjungan ke dua tempat bersejarah di Kabupaten Semarang yaitu Museum Kereta Api Ambarawa dan Candi Gedong Songo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025, dengan peserta sebanyak 45 mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan. Rombongan mulai berangkat dari UIN Sunan Kalijaga pada pukul 07.30 WIB menuju Ambarawa, Semarang.
Museum Kereta Api Ambarawa


Museum Kereta api Ambarawa menjadi destinasi pertama yang dikunjungi. Pada Pukul 10.00 WIB, rombongan tiba di Museum Kereta Api Ambarawa. Museum ini dulunya merupakan stasiun yang dinonaktifkan, kemudian dialihfungsikan menjadi museum kereta api dengan tujuan melestarikan lokomotif uap dan sebagai wisata sejarah.
Di sini peserta dapat menjelajahi museum yang menampilkan koleksi perkeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra-kemerdekaan Indonesia. Koleksi di museum ini meliputi sarana, prasarana, dan administrasi kereta api. Terdapat 26 lokomotif uap, 4 lokomotif diesel, timbangan barang, mesin telepon, telegraf, miniatur kereta, dan koleksi lain
yang masih terawat. Selain itu, peserta juga menikmati suasana dengan berfoto di sekitar
lokomotif dan gerbong kereta.
“Di Museum ini, kami belajar mengenai sejarah perkeretaapian di Indonesia serta melihat langsung berbagai lokomotif dan gerbong kereta bersejarah. Kegiatan ini menambah wawasan kami tentang perkembangan transportasi di Indonesia sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menarik.” ujar Aulia, salah satu peserta Libstour.
Candi Gedong Songo
Tempat terakhir yang dikunjungi adalah Candi Gedong Songo, yang berjarak 15 km atau sekitar 40 menit dari Museum Kereta Api Ambarawa. Rombongan Libstour melakukan transit di Terminal Bandungan untuk berganti kendaraan dari bus ke shuttle, karena jalan menuju candi yang tidak memungkinkan dilalui bus. “Gedong Songo” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “sembilan gedung”. Dahulu, candi Hindu ini terdapat sembilan kompleks. Namun sekarang hanya ada lima kompleks, sedangkan empat lainnya hanya tinggal puing. Sesampainya di Candi Gedong Songo, seluruh rombongan memulai perjalanan menuju
kompleks candi yang terdiri dari lima bangunan melalui jalan setapak.
Setiap kompleks Candi Gedong Songo memiliki keunikannya sendiri, seperti terdapat beberapa patung dewa (Siwa, Durga, dan Ganesha), lingga dan yoni dan setiap candi berdiri di atas batur berbentuk bujur sangkar. Candi Gedong I memiliki bentuk persegi panjang dengan tinggi 4-5 meter, dikelilingi dengan pahatan bunga, dan relief sulur. Candi Gedong II memiliki luas 2,2 meter dengan lubang kecil di sisi luar untuk tempat meletakkan arca, serta terdapat candi perwara di bagian dalam candi. Kemudian Candi Gedong III terdiri dari tiga candi besar. Dua candi yang menghadap timur terdapat arca Siwa. Sementara itu, pada dinding candi utama terdapat relung dengan delapan arca Durga dan arca Ganesha. Candi Gedong IV memiliki bentuk yang hampir mirip dengan Candi Gedong II. Terakhir adalah Candi Gedong V, candi yang paling atas yang hampir mirip juga dengan Candi Gedong II dan terdapat arca Ganesha duduk bersila di relung dinding luar.
Sepanjang jalur pendakian, rombongan disuguhi pemandangan yang indah dengan hamparan kebun sayur dan beragam bunga cantik tumbuh di sisi jalan. Jarak antara Candi Gedong I dan Candi Gedong II cukup dekat, namun karena jalan yang menanjak membuat perjalanan melelahkan. Candi Gedong II dan Candi Gedong III berjarak sangat dekat, dan dari sini pengunjung dapat melihat pemandangan yang indah. Kemudian, di antara Candi Gedong III dan Candi Gedong IV, terdapat sumber mata air panas dengan aroma khas belerang, yang digunakan untuk tempat pemandian air panas. Pada Candi Gedong V yang berada di ketinggian 1.300 MDPL, pengunjung dapat melihat pemandangan Gunung Ungaran dan panorama yang indah dengan hutan pinus dan kabut. “Jalan ke candinya lumayan nanjak dan bikin deg-deg an, tapi begitu sampe tempatnya rasa adem pegunungannya terasa”, ujar Fadhila, salah satu peserta Libstour.
Kawasan yang terletak di lereng Gunung Ungaran ini masih sangat asri dan berudara sejuk, sehingga meskipun melewati perjalanan yang melelahkan, terbayar dengan rasa puas dan kagum ketika di puncak yang disuguhi pemandangan menakjubkan.
Setelah puas menikmati pemandangan candi dan sekitarnya, rombongan kembali turun dan menuju Terminal Bandungan untuk berganti kendaraan. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan pulang ke Yogyakarta dan tiba di UIN Sunan Kalijaga pada pukul 20.00 WIB.
Dengan mengusung tema “Dari Batu ke Buku, dari Masa ke Makna”, peserta diajak untuk memaknai bahwa peninggalan sejarah tidak hanya sebagai objek wisata, tapi juga untuk menambah sumber pengetahuan dan pembelajaran. Selain menambah wawasan, kegiatan Libstour ini dapat mempererat solidaritas antarmahasiswa Ilmu Perpustakaan dan hubungan antarorganisasi OMIP Liberty dan HMPS-IP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

